Mengamankan Flashdisk dan Hardisk Eksternal Menggunakan BitLocker

Flashdisk dan hardisk yang menyimpan data penting pribadi atau pun perusahaan, membuat kita waspada agar data tersebut tidak jatuh ketangan orang yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu penting untuk mengamankan flashdisk dan hardisk eksternal tersebut.

Mengunci data di flashdisk atau hardisk, sebenarnya saya biasa menggunakan Lockdir sebuah aplikasi ringan berukuran kecil yang dapat memproteksi file di flashdisk atau hardisk. Tapi kali ini saya mencoba membahas mengenai BitLocker untuk mengenkripsi data yang ada dalam flashdisk atau hardisk eksternal terlebih dulu, dan dipembahasan berikutnya saya akan mencoba membagikan Lockdir tersebut. Oke langsung saja, silahkan disimak cara mengamankan flashdisk dan hardisk eksternal menggunakan BitLocker.

Apa Itu BitLocker?

Dikutip dari Wikipedia, BitLocker yang mempunyai kepanjangan BitLocker Drive Encryption adalah sebuah fitur enkripsi satu cakram penuh yang terdapat di dalam sistem operasi MicrosoftWindows Vista, Windows 7 dan Windows Server 2008 yang didesain untuk melindungi data dengan melakukan enkripsi terhadap keseluruhan partisi. Secara default, BitLocker Drive Encryption menggunakan algoritme AES dalam mode Code Block Chaining (CBC) dengan panjang kunci 128-bit, yang digabungkan dengan Elephant diffuser untuk meningkatkan keamanannya. 1

Cara Kerja BitLocker

Berbeda dengan namanya, BitLocker Drive Encryption sebenarnya hanya merupakan sistem enkripsi terhadap sebuah volume/partisi saja. Sebuah volume mungkin bisa berupa satu hard drive, sebuah partisi, atau lebih dari satu buah hard drive. Dengan menggunakan alat bantu yang bersifat command-line, BitLocker dapat digunakan untuk mengamankan volume yang digunakan oleh sistem operasi, tetapi juga volume yang tidak dapat dienkripsi dengan menggunakan antarmuka grafisnya. Selain itu, ketika diaktifkan, TPM dan BitLocker juga menjamin integritas jalur booting yang digunakan (BIOS, Master Boot Recordboot sector dan lain-lain) agar mencegah serangan fisik secara offline (offline attack), virus yang menyerang boot sector dan lain-lain.

Keamanan BitLocker

Menurut Microsoft, BitLocker tidak mengandung backdoor; tidak ada jalan lolos bagi para penegak hukum untuk mengakses data pengguna yang telah disimpan di dalam hard drive yang diproteksi dengan menggunakan BitLocker.

Cara Menggunakan BitLocker

Pertama pastikan terlebih dulu flasdisk atau hardisk yang ingin di enskripsi sudah tercolok pada komputer. Lalu buka Control Panel -> System and Security -> BitLocker Drive Encryption.

Control Panel -> System and Security -> BitLocker Drive Encryption. (Note: Hardisk ini sudah di enskripsi BitLocker)

Kemudian klik kanan pada Drive yang ingin di enskripsi, dan pilih Use a password to unlock the drive lalu masukan kata sandi yang temen-temen kehendaki untuk mengunci flashdisk atau hardisk.

Selanjutnya, BitLocker akan menawarkan tiga cara untuk mengembalikan password. Hal tersebut berguna untuk berjaga-jaga jika lupa password hard disk. Temen-temen dapat memilih untuk menyimpan password tersebut di akun Microsoft, simpan password ke dalam file teks, atau mencetak password untuk kemudian disimpan ke tempat yang aman.

Opsi Recovery BitLocker

Setelah itu temen-temen akan kembali dihadapkan dengan dua pilihan yaitu:

  1. Encrypt used disk space (faster and best for new PCs and drives)
  2. Encrypt entire drive (slower but best for PCs and drives already in use)

Silahkan pilih satunya, lalu klik next dan pada pilihan mode enskripsi seperti gambar dibawah temen-temen juga bisa memilih salah satunya.

Mode Enkripsi BitLocker

Terakhir, klik Start encrypting untuk memulai proses enkripsi BitLocker dan tunggu proses enskripsi hingga selesai. Mungkin akan sedikit memakan waktu, tergantung jumlah data yang ada didalam flashdisk atau hardisk eksternal temen-temen.

Bagaimana, mudah bukan? Sekian dulu dari saya untuk hari ini, semoga bisa bermanfaat.

Daftar Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/BitLocker_Drive_Encryption